Tubing @Goa Pindul, Alternatif Liburan Basah Selain Pantai di Kab. Gunungkidul (Part 1)

Goa Pindul, objek wisata di Provinsi Yogyakarta yang namanya sedang booming akhir-akhir ini. Terletak di Desa Beji, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, berjarak 10 km dari kota Wonosari (ibukota Kab. Gunungkidul), goa ini dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari kota Yogyakarta. Tempat ini semakin terkenal setelah dikupas dalam acara travelling di beberapa stasiun televisi serta dijadikan lokasi iklan salah satu produk rokok.

Goa ini merupakan alternatif wisata lain yang ditawarkan oleh Gunungkidul selain rangkaian pantai yang membentang di selatan Kabupaten ini seperti Indrayanti, Sundak, Krakal, dll. Tempat ini menawarkan bentuk petualangan yang bernama River Tubing, yang merupakan kegiatan menyusuri sungai menggunakan ban.

Saat datang ke bagian pendaftaran kita akan dijelaskan tentang paket-paket petualangan yang ada. Kita bisa memilih satu atau kombinasi dari 3 paket petualangan yang ditawarkan di objek wisata ini, River Tubing Goa Pindul (Paket A: Rp. 30.000), Susur Goa Gelatik (Paket B: Rp. 30.000) dan River Tubing Sungai Oyo (Paket C: Rp. 45.000). Murah? absolutely!!. Paket A & B masing-masing membutuhkan waktu kurang lebih 50 menit dan paket C kurang lebih 2 jam.

Dikarenakan saat itu saya hanya ambil paket A & C, maka waktu yang saya butuhkan adalah sekitar 3 jam. Sebelum  memulai petualangan, kita akan diberikan jaket pelampung dan ban masing-masing. Untuk barang-barang bawaan kita seperti tas, baju, HP, dan lainnya bisa dititipkan di bagian penitipan barang, dijamin aman (kata pengurusnya). Kita dilarang membawa semua barang-barang itu karena petualangan ini akan membuat kita basah kuyup.

Bagaimana dengan kamera? apakah boleh? yap, kamera yang diijinkan untuk dibawa hanyalah satu, dan itupun harus dititipkan ke pemandunya. Apabila kita bersikeras untuk membawa lebih satu, maka itu tanggung jawab kita sendiri. (note: lebih asik ga ngotot bawa kamera, karena bisa puas maen air, trust me). Jadi jangan takut ga bisa narsis saat river tubing.

Image

Jarak tempat pendaftaran ke goa pindul hanya sekita 100 m. Sebelum masuk, kami pun diberi instruksi mengenai do & don’t selama mengikuti river tubing, seperti tidak boleh berteriak dan tidak boleh berisik di dalam goa. Setelah doa bersama, kami pun diminta naik ke ban masing, dengan posisi duduk dan tangan kiri saling memegang ban kawan di sebelah kirinya, dan bila semua sudah di air pemandu akan menarik rangkaian ban kami, river tubing pun dimulai.

Image

Seperti penjelasan pemandu kami, Goa Pindul ini terdiri dari 3 bagian, bagian terang, berada di luar sampe pintu masuk goa. Pada bagian ini masih terpapar sinar matahari sehingga kita masih bisa melihat keadaan sekitr. Begitu beberapa meter memasuki goa, kita akan disuguhi bermacam-macam stalaktit & stalagmit yang ada di goa ini. Semakin masuk ke dalam stalaktit & stalagmit itu bentuknya semakin besar.

Image

Bagian kedua bernama bagian remang-remang. Memasuki bagian ini, sinar matahari mulai nampak berkurang, jadi kita hanya bisa melihat sekitar dengan jarak pandang yang tidak erlalu luas. Stalakti & Stalakti pada bagian ini lebih besar dan lebih bagus bentuknya. Sayang beberapa stalaktit & stalagmit hancur karena arus banir pada musim penghujan beberapa tahun yang lalu. Pada bagian ini juga kita akan melihat banyak kelelawar pemakan serangga yang ukuran tubuhnya kecil, menggantung tidur di langit-langit goa.

Image

Bagian ketiga, adalah bagian gelap. Pada bagian ini, sudah tidak ada sinar matahari yang masuk sehingga gelap gulita. penerangan kami satu-satunya adalah senter yang dibawa oleh 3 pemandu kami. Semakin dalam, goa ini pun semakin menyempin sehingga kami harus berhati-hati agar tidak terantuk oleh dinding doa ataupun stalagtit 7 stalagmit.

Beberapa meter dari bagian gelap, kita akan menemukan ruangan luas yang dipenuhioleh sinar matahari dari atas. Sinar itu berasal dari goa vertikal sebelum pintu keluar goa. Pancaran sinar matahari dari goa vertikal itu menyebabkan goa ini berwarna seperti emas dan sangat indah. Di ruangan ini kami berhenti dan dipersilahkan untuk memanjat dinding-dinding goa untuk meloncat terjun ke air. Yap, terjun bebas ke air. Kedalaman sungai di ruangan ini memungkinkan kita untuk free jumping ke air.

ImageSetelah puas melompat dan berfoto di ruangan itu, kami pun diminta berenang menuju pintu keluar. Hal ini tidak berlaku untuk pengunjung yang takut berenang, maka pemandu akan tetap memintanya memakai ban dan ditarik sampai di luar goa oleh pemandu. keluar dari mulut goa, kita akan menemukan kolam luas dan dalam lagi yang bisa dipakai untuk free jumping, jadi yang belum puas melompat saat di dalam tadi bisa memuaskan hasrat melompatnya di luar goa.Image

Setelah puas bermain air disini, kami segera disuruh naik oleh pemandu untuk melanjutkan paket berikutnya. Untuk naik ke atas, kita bisa memilih melalui anak tangga atau bergaya layaknya pendaki gunung dengan menaiki tebing menggunakan tali.

Image

Dan petualangan river tubing di Goa Pindul pun berakhir, lanjut ke river tubing di Sungai Oyo (next on Part 2). Oh ya, buat yang mau kesini, karena setahu saya tidak ada angkutan untuk kesini, maka kalian bisa menyewa mobil atau motor di kota Jogja. Jangan takut tersesat, soalnya di Wonosari, akan ada Penduduk sekitar yang bersedia mengantar sampai dengan lokasi, tidak mahal, kita hanya memberikan sepantasnya saja sebagai rasa terima kasih. Selamat mencoba🙂

 

 

_INDONESIA-TIDAK-PERNAH-HABIS-UNTUK-DIJELAJAHI_

1 Comment

  1. Ping balik: Tubing @Oyo River, Alternatif Liburan Basah Selain Pantai di Kab. Gunungkidul (Part 2) « Aldevaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s