Snorkeling Sepuasnya di Iboih Beach & Rubiah Island – Amazing Sabang Part 2

Iboih, tidak tahu kenapa aku selalu salah mengucapkannya dengan Imbiah, salah satu nama meeting point di Sentosa Island Singapore. Pernah suatu malam karena salah mengucapkan Iboih dengan Imbiah, aku dimarahin sama Tante temanku, bukan dimarahin dalam arti sebenarnya sih, tapi dalam konteks becanda. Pas itu si Tante bilang “seenaknya aja kamu ganti nama tempat, dimarahin orang Sabang ntar”, dan akupun hanya bisa nyengir ganteng. Maaf, kita lagi latihan tanteeeee *batinku *sambil angkat satu kaki ke atas.

Oh ya, Iboih Beach (kenapa harus pake nama Inggris coba?) ini terletak di Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Republik Indonesia (lengkap!!!). Iboih ini hanya berjarak sekitar 40 – 50 menit dari pusat Kota Sabang. Tidak begitu jauh dan jalan menuju ke pantai ini pun cukup bagus dan lumayan lebar.

Ada apa di  Iboih Beach ini? Yang pasti di pantai ini ada pasir dan air laut (keplak pake sapu lidi :p). Memasuki kawasan pantai ini, kita akan disuguhi putihnya pasir pantai dan biru serta beningnya air laut yang sebening wajah Raissa *eh. Jadi kita bisa melihat ke dasar laut dengan mata telanjang. Oh ya, ngomong-ngomong tentang telanjang, di pantai ini ada aturan kita dilarang bugil ataupun berpakaian yang mengundang aurat (jangan tanya pakaian yang mengundang aurat itu yang bagaimana). Jadi yang suka bugil  atau suka pamer badan di pantai, harap jaga sikap dan busana disini (kudu tetep sesuai syariah yah).

Snorkeling dan diving merupakan wisata favorit yang ditawarkan di sini, dengan hanya membayar sebesar Rp. 45ribu, kita bisa menyewa alat snorkeling lengkap. Sedangkan diving, menurut informasi dari Agam Hijrah membutuhkan setidaknya Rp. 400ribu sudah termasuk dengan instrukturnya. Murah? Menurutku sih murah. Tapi itu semua belum termasuk biaya perahu ya, aku lupa berapa biaya boat kalau kita mau snorkeling atau diving, tapi seingatku, aku ambil paket yang snorkeling dan keliling Rubiah Island yang seharga Rp. 200ribu, jadi kalo Cuma snorkeling dan diving tidaklah sampai angka Rp. 200ribu. Biaya sewa boat ini bisa dibayar secara patungan kalau kita pergi beramai-ramai, jadi tetap terhitung murah kalau ditotal semuanya.

Nah buat yang ga mau narsisnya libur selagi snorkeling atau diving, kita bisa sewa kamera bawah air dengan biaya Rp. 100ribu. Kalau ada rencana menyewa, jangan lupa bawa flashdisk ya, soalnya pihak pemilik tidak menyediakan media penyimpan foto-foto kita. Kejadian itulah yang tidak aku antisipasi sebelumnya. Dan akhirnya karena tidak membawa flashdisk, aku beli memory card 1 MB yang ada di dalam kamera tersebut.

Kembali ke  Iboih Beach, setelah kita mendapat perlengkapan snorkel, diantarlah kita menuju ke Rubiah Island yang berjarak sekitar 15 menit dari  Iboih Beach. Selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang mengagumkan di sekitar perairan ini. Biru, bening, panas yang tidak terlalu menyengat dan angin yang sepoi-sepoi.

Begitu mendekati Rubiah Island, kita akan melihat pantai pasir putih landai tempat kita akan memulai snorkeling kita (aku hanya membahas snorkeling karena aku ga diving). Snorkeling di pulau ini merupakan aktivitas favorit para pengunjung, dengan airnya yang biru bening dan bersih serta arusnya yang tenang kita akan dengan cepat menemukan Patrick Star (baca: Bintang Laut), gerombolan ikan warna warni yang sedang bermain, belajar, menabung dan berpesta (halah kehidupan bawah laut macam apa ini?). Sudah pasti aku bercanda tentang itu, namun kalau bertemu banyak rombongan school fish itu aku tidak bohong. Jadi setelah berenang beberapa meter ke tengah, saya bertemu dengan gerombolan ikan warna warni yang tingkahnya menggemaskan mencari makan di antara karang. Mengingatkan aku dengan trio buncitku (ikan mas koki mutiara) di rumah. Sayang terumbu karang di pulau ini masih belum sembuh total akibat tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun silam.

Puas snorkeling, kita lanjut untuk mengelilingi Rubiah Island dengan boat sewaan tadi. Oh ya, sekedar informasi, boat yang disewa tidak menunggu kita di Rubiah Island, kita akan diberi nomor telepon pengemudinya, jadi ketika kita sudah selesai, kita tinggal meneleponnya. Dengan boat ini kita akan diajak mengelilingi Rubiah Island yang masih alami, ditunjukkan spot diving terbaik yang katanya nih merupakan bangkai sebuah kapal, melewati beberapa pulau kecil tak berpenghuni dan kembali lagi ke Iboih Beach.

Sampai di Iboih Beach kita tidak perlu cemas dengan sarana bersih-bersihnya, tersedia banyak tempat bilas dan kamar mandi untuk para pengunjung. Bahkan Masjid pun berdiri megah di pinggir pantai, sehingga para pengunjung Muslim akan merasa nyaman untu beribadah. Lapar? Oh jangan kuatir, banyak warung penjual makan di pinggir pantai. Bagaimana dengan sinyal HP? Yups, tidak perlu takut, sinyal HP disini tergolong bagus, aku mendapatkan sinyal 3G disini. Meski ini ujung Indonesia, sinyal mudah didapat kok. Jadi, yang suka snorkeling dan diving, tempat ini recommended kok, kalau ga percaya, tanya aja sama Nadine Candrawinata yang juga pernah diving disini🙂

 

_INDONESIA-TIDAK-PERNAH-HABIS-UNTUK-DIJELAJAHI_

9 Comments

  1. Nice review and you are cute too
    Btw, I am going to go to Sabang this february, and having a plan to take the scuba dive course in weh island… anyway, your camera looks pretty good, is that the camera you rent or your own camera? Thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s