Melihat Lumba-Lumba di Habitat Aslinya? Bisa! – Amazing Sabang Part 4

Kota Sabang terletak di sebuah Pulau yang bernama Pulau Weh. Pulau ini berada di ujung utara Pulau Sumatera dan dipisahkan oleh sebuah selat bernama Selat Benggala. Jadi kalau mau ke sana kita harus menyeberang dulu menggunakan kapal.

Photo by Catatan Ransel

Pelabuhan penyeberangan ada di Ulee Lheue, Banda Aceh. Ada 2 kali jadwal penyeberangan dari Banda ke Sabang atau sebaliknya. Untuk jenis kapal pengangkutnya ada dua, kapal ferry dengan jarak tempuh sekitar 100 menit dan kapal ekspress yang jarak tempuhnya cuma 45 menit. Sudah pasti harga tiket untuk kedua jenis kapal tersebut berbeda, namun tidak terlalu jauh. Bedanya lagi, kapal ferry bisa mengangkut kendaraan seperti mobil dan motor, kapal ekspress cuma manusia saja.

Menyeberang ke Pulau Weh memang awalnya sama seperti dengan naik kapal ferry lainnya seperti menyeberang dari Ketapang – Gilimanuk,. Tapi ternyata ada sensasi lain yang membuat penyeberangan dari Banda ke Sabang ini menjadi istimewa. Apa yah yang membedakan?

Ceritanya begini, ketika aku sedang berada di dek atas (semacam atap gitu), seketika penumpang yang berada di sisi kiri kapal tiba-tiba bertepuk tangan. Aku pikir ada penumpang yang nekat melompat ke laut, ternyata bukan. Ternyata ada sekelompok lumba-lumba yang berenang di sebelah kiri kapal dan  mereka seperti mengikuti jalannya kapal, berdampingan. Tak hanya sebentar, kelompok lumba-lumba itu seperti mengikuti jalannya kapal sehingga memberikan hiburan gratis bagi para penumpang.

Setiap ada lumba-lumba yang meloncat seketika itu juga terdengar decak kagum dan tepuk tangan dari para penumpang. Tak sedikit yang mengabadikan momen itu dengan mengambil gambar atau merekam menggunakan handycam, HP dan alat lainnya. Sayang aku gagal mengambil gambar dikarenakan jarak lumba-lumba agak terlalu jauh sehingga tidak terlihat ketika aku ambil gambarnya.

Wow, jujur baru pertama kali ini aku melihat lumba-lumba di habitat aslinya. Biasanya aku melihat pertunjukkan Lumba-Lumba di Ancol atau di Ocean Park. Ternyata benar yang sering diceritakan oleh orang-orang bahwa Lumba-Lumba ini binatang yang sudah jinak secara alamiah, sehingga mereka seperti gembira jika melihat manusia. Seperti sahabat lama yang baru berjumpa, sehingga mereka lompat-lompat kegirangan.

Pengalaman seperti inilah yang belum pernah aku temui di perjalanan-perjalanan laut terdahulu. Pengalaman yang membuat awal liburanku menjadi sangat berkesan sehingga menambah semangat untuk menjelajahi Pulau Eksotis yang menjadi Titik Nol Kilometer-nya Indonesia. Saat itu juga sempat dalam hati aku mengucap terima kasih kepada Tuhan karena sudah menunjukkan sebuah hal luar biasa yang sangat sulit sekali untuk ditemukan di pulau asalku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s