Ibu itu Amazing :)

Ibu yang baik adalah Ibu yang tidak selalu mengabulkan setiap permintaan anaknya. Mungkin hal itulah yang menjadi pegangan Almarhum Ibu waktu itu. Tidak semua keinginanku dan kakak-kakakku dikabulkan oleh beliau. Tidak hanya dikarenakan karena kondisi keuangan saat kami minta, namun karena ingin melatih anak-anaknya untuk tidak mempunyai mental manja dan tukang minta.

Almarhum Ibu, meskipun terbilang galak dan tegas, tapi semuanya itu dilakukan karena rasa sayang kepada anak-anaknya. Salah satu hal permintaanku yang sering tidak dikabulkan oleh beliau saat aku SMA dan kuliah adalah keinginanku untuk jalan keluar kota bersama teman-temanku beriringan naik motor (acara tidak resmi gitu). Beliau menganggap bepergian naik motor ke luar kota adalah sesuatu yang berbahaya dan membuat badan menjadi capek. Karena kalau sudah merasa capek aku akan bersikap seperti anak manja, layaknya baby huey bisa dibilang.

Tadi malam pas masih menikmati kecapekan hasil 3 minggu road show (baca: keluyuran), aku jadi keingat suatu kejadian waktu kuliah dulu. Waktu itu aku baru saja pulang dari kegiatan kampus yang memakan waktu 3 hari di daerah Sumowono. Karena kegiatan itu melelahkan akhirnya sesampai rumahpun aku malas untuk beranjak dari tempat tidur. Kebiasaan jelekku kalau kecapekan seperti itu adalah mengeluh (memang ga bagus sih, jadi jangan ditiru). Kalau sudah mengeluh gitu, Almarhum Ibu pun masuk ke kamar dan mengecek apakah ada tanda-tanda sakit karena kecapekan. Biasanya sesudah itu, beliau selalu memijit kaki dan tanganku. Sambil memijit beliau selalu mengucapkan kata-kata favoritnya. “siapa suruh ikut kegiatan kek gituan, sekarang ngerasain capek kan, dibilangin jangan ikut kok tetep bandel”. Kalau sudah seperti itu biasanya aku hanya diam sambil senyum terkekeh-kekeh.

Itu lah Almarhum Ibu, beliau memang kurang suka aku ikut kegiatan-kegiatan yang menurutnya tidak berpengaruh dengan nilai-nilai kuliahku. Beliau kurang setuju aku waktu itu aktif di BEM Kampus dan ikut acara-acara Kelompok Pecinta Alam (aku bukan anggota Pecinta Alam, tapi suka ikut jika mereka mengadakan acara), karena selain menyita waktu belajarku dan berkumpul di rumah, juga sering membuat aku merasa capek fisik meskipun hal itu aku nikmati. Sekali Ibu pernah setuju dengan kegiatan ku di kampus yaitu menjadi asisten dosen, barulah pas itu beliau mendukungku dan tidak melarangku apabila pulang larut malam, padahal hal tersebut bikin capek juga, tapi beliau maklum.

Dibanding kedua kakakku, Ibu memang lebih sering melarang aku untuk aktif dalam kegiatan di luar rumah. Bukan tanpa alasan, tapi memang diantara ketiga anak beliau, akulah yang paling kecil dan paling hobi keluar masuk rumah sakit, apalagi aku pernah opname lebih dari sebulan gegara penyakit yang berhubungan dengan sel darah putih saat aku kelas 6 SD dulu. Sehingga tak heran apabila kekhawatiran beliau terhadapku lebih besar ketimbang ke kedua kakakku yang memang selalu sehat dan jarang sakit. Meskipun kekhawatiran tersebut membuat aku kadang memberontak terhadap larangan-larangan beliau (biasalah, gelora jiwa muda :p)

Sebenarnya, hal-hal seperti cerita di atas itulah yang bisa membuat aku rindu sama beliau, rindu dengan omelan-omelan beliau ketika aku sudah mulai memberontak. Meskipun aku sering memberontak terhadap aturannya, tak pernah sekalipun beliau membenci atau capek untuk terus menasehatiku dengan petuah-petuahnya yang jujur menurutku petuah-petuahnya itu berguna sekali untuk kehidupanku sekarang. Bagaimanapun juga, meskipun sering ngomel-ngomel ke aku, Ibu tetap the best lah pokoknya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s