3 Hari di Lombok? Kemana Saja?

Pulau Lombok, merupakan salah satu surga tropis yang dimiliki Indonesia. Terletak di sebelah timur Pulau Bali dan masuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Memang untuk pamor, Lombok masih kalah dari Bali, namun secara eksotisme, Lombok ga kalah dari Bali, bahkan bisa dibilang lebih eskotis ketimbang Bali. Kenapa aku bilang lebih eksotis? karena di Lombok aku benar-benar menemukan kedamaian alam yang sekarang sudah jarang bisa dirasakan di Bali akibat banyaknya turis yang berkunjung kesana.

Menurut driver yang mengantar aku dan temanku saat di Lombok, dia bercerita bahwa ramai tidaknya Lombok itu dipengaruhi keadaan di Bali. Contohnya saat masih sering terjadi pemboman di Bali, Lombok pun sepi dari turis mancanegara. Atau saat Nyepi di Bali, Lombok jadi sangat ramai karena banyak turis manca yang hijrah ke Lombok untuk berlibur. Bahkan ada pelesetan dari kepanjangan NTB, yaitu Nasibnya Tergantung Bali (sudah pasti ini becandaan si Driver aja, jangan dianggep serius).

Oh ya, pertama kali aku menginjak Pulau Lombok itu tak terencana, kebetulan ada 2 temen yang sedang dinas ke sana, jadi aku nyusul deh. Dikarenakan waktu itu kami belum tau tentang Lombok akhirnya kami ambil paket backpacker dari salah satu biro tour di Lombok. Waktu itu kami ambil paket backpacker 3 hari dengan harga yang terhitung murah dengan fasilitas yang memuaskan, bahkan kami  boleh menentukan pilihan tempat wisata atau menukarnya.  Ditambah antar jemput ke Bandara Praya, sehingga memudahkan kami untuk mencapai kota Mataram tanpa harus kesusahan mencari taxi.

Bandara Internasional Praya merupakan  pintu gerbang Pulau Lombok dari udara. Bandara ini terletak di kabupaten Lombok Tengah (kalau ga salah ingat), sehingga masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam lagi ke kota Mataram, ibukota dari Provinsi NTB. Itu kalau tidak macet, kalau macet bisa sampai 2 jam. Tapi jangan bayangkan kemacetan di sini karena banyaknya jumlah kendaraan atau jalan yang sempit, bukan karena itu, karena jalan sepanjang Bandara sampai ke Mataram tergolong lebar dan mulus. Kemacetan di sini dikarenakan ada acara Adat yang malah tidak buat kita stres, tapi malah bikin penasaran dengan acara adat  tersebut.

bandara praya

3 hari di Lombok, ngapain aja ya? Ternyata, biro tour yang kami pakai sebelumnya sudah memberikan informasi lengkap mengenai tempat-tempat wisata di Lombok, beberapa ada yang sudah sering terdengar, beberapa lagi ada yang belum pernah dengar. jadi kami bisa memilih mau kemana saja asal dalam satu hare rutenya harus searah, tidak terpancar. Selama ini kalau mendengar kata Lombok aku hanya membayangkan Senggigi dan Gili Trawangan, ternyata masih banyak yang lain. Masih ada pantai-pantai lain di selatan pulau yang ternyata lebih bagus daripada senggigi. Dikarenakan saat itu 2 temanku sudah di Lombok, jadilah aku sendiri terbang ke Lombok. Begitu sampai di Bandara dijemput langsung sama petugas biro tournya, eh ga dinyana ternyata itu pemiliknya yang mau mengucapkan selamat datang dan mengantar aku ke hotel di kawasan Senggigi. Oke, poin plus Lombok, ramah.

hotel senggigiHotel di Senggigi

1. Hari Pertama

Selatan Pulau merupakan tujuan kami di hari pertama. Tempat yang bakal dikunjungi adalah pusat kerjinan gerabah, Desa Sade, Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta. Pantai Kuta? ga salah? bukannya itu di Bali? ternyata di Lombok ada Pantai kuta, sama-sama pasir putih, bedanya di sini lebih sepi dan lebih eksotis, wow. Pusat kerajinan gerabah terletak di sebuah desa tak jauh dari Mataram. Penduduk desa ini memang mempunyai mata pencaharian sebagai pembuat gerabah seperti piring, gelas, teko, guci, dll. Yang bikin geli di tempat ini karena banyak gerabah yang ditempel di dinding berbentuk cicak (merasa ngeri ngeliat cicak). Selain gerabah, di desa ini juga bisa ditemukan penenun kain khas Lombok dan showroomnya, jadi yang tertarik buat beliin orang tuanya, bisa dibelilah disini tenunan Lomboknya.

belajar menenunBelajar Menenun

Desa Sade merupakan desa asli suku Sasak. Suku asli Pulau Lombok ini masih mempertahankan adat istiadatnya, dari bentuk rumah, kepercayaan bahkan kebudayaannya. Mengelilingi desa ini benar-benar bisa merasakan kehidupan asli suku Sasak. Kita juga bisa membeli langsung sarung tenunan mereka dengan harga mulai 100ribu. Aku akui sarung dari suku Sasak ini bener-bener bagus corak dan warnanya. Beruntungnya lagi kami bisa melihat pertunjukan tari tradisional dikarenakan kami datang berbarengan dengan rombongan turis manca yang pastinya dapat perhatian lebih dari penduduk.

gerbang desa sadeGerbang Masuk Desa Sade

tenun sasaSarung Sasak

Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta terletak bersebelahan. Jalan menuju pantai ini bukanlah jalan yang besar, namun sangat lengang. Dan ternyata di antara Pantai Kuta dan Pantai Tanjung Aan sudah terdapat hotel resort milik Novotel (tau aja lokasi bagus).  Pantai Kuta ini tidak seluruhnya pantai pasir, namun ada juga beberapa sisinya yang terdiri dari batu2 karang seperti Pantai Dreamland di bali. Tapi memang bener kata Guide kami, pantai ini lebih eksotis warna pasir putih dan birunya laut.

Pantai KutaPantai Kuta

Tapi ternyata Pantai Tanjung Aan lebih dari pada Pantai Kuta keunikannya. Pantai ini terdiri dari 2 sisi. Sisi sebelah kanan pasirnya berwarna putih mengkilat, di sebelah kanan pasirny berwarna agak kecoklatan bersih yang diantaranya terdapat sebuh bukit kecil berumput yang bisa dijadikan tempat bersantai.

tanjung aan bukitBukit Pantai Tanjung Aan

tanjung aanSeperti Sabana

tanjung aan pantaiPantai Tanjung Aan

Uniknya lagi selain air lautnya yang biru  bersih, pasir di Pantai ini bentuknya seperti merica, dimana di dunia cuma terdapat dua tempat yang jenis pasir pantainya seperti merica ini, satu di sini, satu lagi di Italia (info dari guide).

pasir mericaPasir Merica

2. Malimbu – Gili Trawangan

Sebenarnya hari kedua kami diajak ke Air Terjun di kaki Gunung Rinjani, tapi kami merubah rencana karena kami ingin menginap di Gili Trawangan. Akhirnya permintaan kami disetujui oleh pihak biro. Setelah menghabiskan pagi di Pura Batu Bolong dan Pantai Senggigi, kami pun dijemput sekalian check out untuk menuju ke Gili Trawangan.

pura batu bolongPura Batu Bolong

Dalam perjalanan ke Gili, kami mampir ke daerah bernama Malimbu, yang merupakan sebuah bukit tempat wisatawan bisa melihat ke laut lepas dengan pemandangan 3 Gili, Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Tempatnya mirip Gombel kalau di Semarang dan Puncak Pass di Bogor, bedanya adalah view nya.

MalimbuBukit Malimbu

Puas di Malimbu, kami pun menuju ke Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan. Ternyata pelabuhan ini begitu ramai, wisatawan dan penduduk lokal bercampur memenuhi pelabuhan. Banyak boat yang bersandar di dermaga kecil yang akan membawa penumpang ke 3 Gili di seberang. uniknya, jangan bayangkan boat ini seperti boat penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida/ Nusa Lembongan, di sini penumpang berdesak-desakan tidak hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan barang, sembako, bahkan sepeda.

welcome to gili trawanganPapan Selamat Datang

Gili Trawangan, setelah kurang lebih 40 menit menyeberang, akhirnya mendarat juga di Gili Trawangan yang WOW, sangat biru air lautnya. Puas berfoto-foto di Dermaga, kami pun diantar ke cottage dekat pantai yang bentuknya mirip rumah adat khas NTB.  Tidak terlalu mahal, satu cottage lengkap dengan makan pagi untuk bertiga hanya seharga 300ribu per malamnya. 2 hari di Gili, pagi dan siangnya kami manfaatkan untuk snorkelling, bersepeda mengelilingi pulau dan kuliner.  Oia, di Gili Trawangan ini transportasi yang tersedia di sini hanya sepeda, tidak ada kendaraan bermotor, jadi bisa dibayangkan kebersihan udaranya seperti apa.

bersepeda di giliSepeda Kemana-mana

snorkelingSnorkeling

Gili trawanganSalah satu sisi Gili Trawangan

Malamnya kami manfaatkan untuk menikmati seafood segar yang banyak dijual di sepanjang pantai di Gili ini. Satu lagi yang unik di Gili, ,meski di sini banya cafe yang bernuansa barat, namun pada hari biasa tidak semua cafe mengadakan party. Untuk weekday, party akan diadakan hanya di satu cafe saja secara bergantian tiap malamnya. Sedangkan untuk weekend, semua cafe boleh mengadakan party. Jadi bisa dibayangkan betapa tenangnya malam-malam saat weekday karena hanya satu cafe yang bikin party.

Cafe SeafoodSeafood on the Beach

3. Kerajinan Mutiara, Kuliner Khas Lombok & Pusat Oleh-Oleh

Sekita jam 10 pagi kami pun cabut dari Gili Trawangan untuk diantar ke sentra penjualan mutiara.  Dikarenakan harga mutiara asli sangat-sangat tidak terjangkau isi dompet kami, kami cuma mengagumi untaian kalung-kalung mutiara da membeli mutiara-mutiara kecil yang berbentuk pin, corsase ataupun cincin.  Setelah dari sentra mutiara, kami pun dibawa ke pusat oleh-oleh khas Lombok, rumput laut, yang sudah diolah menjadi berbagai macam makanan seperti dodol. Kami langsung di bawa ke showroom yang bersebelahan dengan pabriknya sehingga harga lebih murah. Selesai beli oleh-oleh kami pun mencari kulineran khas Lombok sebelum menuju bandara, Nasi Ayam Puyung Balap (tentang makanan ini, baca postingan terdahulu: Pedasnya Nasi Ayam Puyung Balap) yang super duper pedas rasanya.

Meski belum puas menjelajahi Lombok, kami harus tetap kembali ke Jakarta untuk melanjutkan hidup (halah). Setelah puas makan Ayam Puyung Balap kami pun diantar ke Bandara untuk mengejar penerbangan kami ke Jakarta. Tapi aku berjanji suatu saat akan ke sini lagi untuk menjelajahi Gili-Gili yang banyak tersebar di sekeliling Pulau Lombok, Insya Allah (dan ternyata informasi terbaru salah satu teman jalanku ke Lombok ini, sudah mengambil paket bulan madu ke Lombok akhir tahun ini dari biro tour yang sama, mantap)

Oia, yang ingin tahu biro tour mana yang aku pakai saat berkeliling Lombok, ini nih aku kasih infonya. Sangat direkomendasikan.

Kanza Tour

http://www.kanzatours.com

Pin BB 217B039B

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s