Penjenjangan Pertamaku

Setelah diundur beberapa kali karena load pekerjaan yang lumayan banyak, akhirnya Juni kemarin aku diijinkan untuk mengikuti diklat Supervisory Education I (dulu namanya Executive Education IV). Diklat SE I ini merupakan salah satu dari banyak jenis diklat penjenjangan yang ada di instansi tempatku bekerja. Kenapa aku posting cerita tentang diklat ini? yak karena diklat ini lumayan berkesan buat aku. Berbeda dengan SE I yang diadakan di Udiklat Semarang dulu, SE I di Udiklat Jakarta ini lebih “keras” untuk pelaksanaan outboundnya.

Diklat SE I ini berlangsung lama, total hari yang dipakai untuk diklat ini kemaren adalah sekitar 15 hari, memecahkan rekor diklat terlama yang pernah aku ikuti di tahun 2012, sertifikasi ahli K3 Umum yang dilaksanakan selama 12 hari. Selain itu yang menarik dari diklat ini adalah, pelaksanaan outbound 3 hari sebelum in class trainingnya. Bukan sekedar outbound untuk fun, tapi ini outbound dalam arti sebenarnya, layaknya survival.

Sebenarnya sudah banyak aku mendengar tentang pelaksanaan diklat ini dari angkatan-angkatan sebelumnya, terutama tentang pelaksanaan outboundnya. Banyak dibilang outbound yang dilaksanakan benar-benar melatih kita hidup susah, seperti tidur di tenda, makan apa adanya dan tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi apapun plus tidak boleh membawa uang. Oke, sebenarnya masalah tanpa HP itu yang bikin malas, karena bakalan mati gaya tanpa HP, pikirku saat itu.

Akhirnya tanggal 15 Juni siang, berangkatlah aku menuju ke Udiklat Jakarta di daerah Slipi. Sengaja kami diminta datang hari Minggu untuk pelaksanaan TM persiapan outbound pagi harinya. Jadi di acara TM tersebut kami diberitahu apa saja yang harus disiapkan dan dibawa saat pelaksanaan outbound, serta pembagian tas carier (eh ga tau nulis carier yang bener gimana), seragam, topi dan raincoat. Ya raincoat, karena menurut pengalaman angkatan-angkatan sebelumnya, outbound tetep dilaksanakan meski hujan deras. Paginya, setelah mengumpulkan alat komunikasi dan dompet ke panitia, diberangkatkanlah kami menuju tempat outbound di daerah Ciawi sana. Nama tempatnya adalah Pancawati, sekitar 8 km dari perempatan Gadog Ciawi ke arah Sukabumi. Ternyata tempatnya jauh masuk ke dalam perkampungan, dan berada di daerah yang masih hijau dan bebas dari polusi. Sesampainya di lokasi, kami tidak diijinkan beristirahat, namun langsung memasuki acara.

Detailnya acara outbound tidak aku ceritakan disini, biar menjadi surprise untuk angkatan selanjutnya. Tapi aku akan menuliskan apa saja yang aku dapat dari outbound ini. Seperti outbound pada umumnya, outbound ini diadakan untuk melatih kepemimpinan para peserta diklat. Di outbound inilah aku akhirnya bisa belajar mendirikan tenda, melatih kepercayaan diri, kemandirian dan membangun kepercayaan dengan orang lain.

Serunya di outbound ini, kami tiap malam tidur di lokasi yang berbeda, sehingga sebelum tidur kami harus membangun tenda dan paginya membongkar tenda untuk pindah ke tempat lain yang telah ditentukan oleh panitia. Selain itu selama outbound itu kami harus membawa tas carier yang berisi penuh barang-barang bawaan kami kemana-mana. Yang paling seru nih, untuk dapat lauk makan malam yang lengkap kami harus berkompetisi dulu dengan kelompok lain. Untuk juara pertama mendapat tempe tahu telur dan soto/ rawon, juara dua dapat tahu tempe telur, dan juara ketiga mendapat tahu tempe. Oia seluruh lauk tersebut diberi yang mentah, sehingga kami harus memasak sendiri sebelum makan. Parahnya pada malam pertama hujan deras membuat tenda dapur kelompok kami kebanjiran sehingga api unggun untuk memasak mati (akhirnya numpang masak ke kelompok sebelah).

Setelah 3 hari pelaksanaan outbound tanpa alat komunikasi dan uang sama sekali, akhirnya kami kembali ke Udiklat Jakarta untuk pelaksanaan In Class Training. Oh ya, di angkatan yang aku ikuti, angkatan 7, ada 12 siswa yang berasal dari unit-unit berbeda seperti dari Kantor Pusat, Disjaya, P3B, PJB dan UIP. Latar belakang unit yang berbeda ini sangat-sangat menambah ilmu untukku, karena aku banyak mendapatkan informasi mengenai pekerjaan distribusi yang selama ini aku tidak tahu sama sekali. In Class Training baru berlangsung dari tanggal 19 Juni – 3 Juli 2014. Sebenarnya hari Sabtu ada jadwal kelas, namun Instrukturnya mengubah jadwalnya ke hari biasa mulai jam 5 sore atau jam 7 malam. Jadi yah demi libur di hari Sabtu kami rela masuk kelas sampai jam 10 malam.

10382177_10203465860680911_2350949038211760457_n

Setelah selesai ICT, kami pun diwajibkan membuat Telaahan Staf seperti saat kami selesai OJT dulu. Parahnya, penyusunan TS tersebut hanya diberikan waktu selama 30 hari kerja. Dan alhamdulilahnya, sampai saat aku nulis postingan ini, belum ada satu ide pun mau membuat TS tentanga apa (nah lho, malah posting). Harapanku semoga besok pas sahur ada ide masuk ke otak sehingga aku segera bisa menyusun TS ku (ini doa serius).

Nah itu sekelumit cerita tentang penjenjanganku yang pertama, oia, kata Udiklat, angkatanku adalah angkatan terakhir yang memakai sistem lama. Angkatan setelah kami akan memakai sistem baru yang lebih ketat katanya. Jadi, buat rekan-rekan yang masuk angkatan berikutnya, semoga sukses.

🙂

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s