Trip ke Jepang : Osaka

1430370548219

Jam tangan menunjukkan menunjukkan pukul 5 pagi, entah waktu mana. Sudah beberapa jam aku terjaga. Susah sekali bagi aku untuk tidur nyenyak senyaman apapun itu pesawat. Pesawat Air Asia X yang membawa kami ke Jepang belum juga ada tanda-tanda mau mendarat. Lama juga pikirku, saat melihat ke luar jendela. Dari awalnya gelap sekarang sudah mulai terang. Tepat pukul 6 pagi barulah ada pengumuman bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di Kansai. Yes, kami memang menuju Osaka, destinasi pertama kami saat di jepang.

C360_2015-04-30-04-11-03-645

Begitu mendarat di Kansai, kami langsung mencari kamar mandi untuk cuci muka dan ganti baju. Yah dimaklumi, karena kami cuma sehari di Osaka, jd mungkin seharian kami tidak mandi. Oia mungkin bisa buat perhatian bagi yang Muslim, di Kansai banyak berkeliaran anjing pelacak milik pihak keamanan untuk melacak barang-barang terlarang. Ga perlu takut, anjingnya lucu-lucu kok ga nyeremin, Cuma hati-hati aja saat mereka mengendus kaki kita, jangan sampai kena.

Begitu keluar dari terminal, hawa dingin pun menyerbu kami. Dengan dikomandoi Indro kami langsung mencari JR Office untuk menukarkan JR Pass kami. Parahnya, sebagian besar orang Jepang tidak dapat berbahasa Inggris, alhasil kami harus memakai bahasa tubuh untuk bertanya. Begitu JR Pass sudah di tangan, mulailah petualangan kami di Osaka. Langsung saja kami masuk ke stasiun kereta untuk menuju ke Osaka Castle.

1. Osaka Castle.

Saat itu di Osaka sudah lewat perayaan sakura nya, namun di beberapa sudut taman yang menegelilingi Osaka Castle masih terlihat kumpulan warga yang ber-hanami di bawah pohon sakura yang sudah tidak terlihat lagi bunganya. Begitu masuk ke komplek kastil, terlihat penjual Takoyaki yang sedang membuat takoyaki, tanpa ba bi bu kami pun menghampirinya dan membeli 2 bungkus takoyaki (1 bungkus = 6 takoyaki, ¥500). Entah lapar entah enak kamipun dengan lahap menghabiskan takoyaki yang ukurannya lebih besar dari yang dijual di Indonesia. Tidak berhenti disitu, setelah beberapa meter berjalan kami kembali menemukan penjual eskrim dan seperti yang sudah diduga, kami berhenti untuk menikmati eskrim seharga ¥350.

 

Osaka Castle ini berada di tengah kota Osaka, luar biasanya kastil ini terletak di sebuah taman luas dikelilingi oleh bangunan-bangunan pencakar langit modern. Untuk masuk ke dalam kastil ini kita diharuskan membayar ¥600 dan apabila ingin menitipkan tas kita harus membayar ¥100. Kastil ini terdiri dari 7 lantai dimana lantai paling atas merupakan tempat untuk melihat secara bebas kota Osaka.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

2. Namba Park.

Sebenarnya merupakan sebuah taman yang berada di atas sebuah mall yang design nya menyerupai Grand Canyon di USA sana. Tidak perlu membayar tiket untuk masuk ke taman ini. Letaknya yang berada di roof-top sebuah mall menjadikan taman ini sebagai tempat yang bisa dinikmatin oleh siapapun. Sayangnya, karena rimbunnya tanaman-tanaman yang berada di taman ini, dijadikan oleh pasangan-pasangan muda untuk bercumbu tanpa mempedulikan pengunjung lain. Dan dikarenakan kami tidak menemukan masjid di sekitar sini, kami memutuskan untuk sholat Dhuhur dan Ashar di taman ini (jangan pedulikan suara gresek gresek di belakang rerimbunan tanaman).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

3. Dotonburi

Merupakan sebuah kanal yang dipenuhi dengan toko-toko, restoran dan tempat hiburan. Konon sih tempat ini sering jadi tempat shooting banyak film baik dorama maupun film Hollywood. Spot paling hitz di tempat ini adalah jembatan dotonburi dengan latar belakang reklame neon Glico. Bagi yang duitnya berlebih mungkin bisa mencoba kepiting raksasa Kani Douraku. Oia di sekitar Dotonburi ini ada beberapa restoran Pakistan dan Turki yang berlabel halal, sehingga bagi Muslim tidak perlu bingung. Sayangnya pas kami kesana restoran2 tersebut sedang istirahat jadi kami akhirnya memutuskan makan nasi salmon dan onigiri salmon yang bisa dibeli di 7&i (nama Jepangnya Sevel). Dengan harga sekitar ¥350, rasa dari makanan yang dijual di 7&i itu terbilang enak.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Puas berfoto-foto akhirnya kami buru-buru menuju stasiun Osaka untuk menumpang kereta Shinkansen menuju kota selanjutnya, Kyoto. Yups akhirnya untuk pertama kalinya kami menaiki kereta yang legendaris itu, yang terkenal di seantero jagad karena kecepatannya. Layaknya orang udik, begitu melihat ada Shinkansen langsunglah berfoto di depannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Perjalanan ke Kyoto membutuhkan waktu sekitar 40 menit. dan karena saking amaze nya sama ini kereta, tidur itu sebuah hal yang mustahil.

Bersambung ke Kyoto ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s