Short Trip ke Sumatera Barat: Padang – Bukittinggi

Excited. Itu yang aku rasa ketika ada dapat kabar harus ke Padang. Secara dari dulu pengen banget kesana. ada waktu 1 setengah hari untuk menikmati Sumatera Barat, well maybe terlalu luas, jadi kita guna Padang saja. Karena waktu yang sempit dan kebetulan temen deket lagi g ada disana, so diputuskan untuk ke tempat yang sudah famous, Bukittinggi! dan untuk minggunya karena hasrat snorkelling sudahmembara, jadilah Pulau Pagang dan Pulau Pasumpahan terpilih menjadi destinasi kami.

Perjalanan dari Padang ke Bukitnggi memerlukan waktu sekitar 2,5-3 jam. Sama dengan lama perjalanan Jakarta-Bandung kalau ga macet. Tapi boleh dikata setengah dari rute Padang-Bukittinggi ini mata kita dimanjakan oleh view yang elok dari Gunung Singgalang dan Gunung Merapi. Di tengah perjalanan ke Bukittinggi kita bisa mampir di Air terjun Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. Spesialnya, air terjun ini berada tepat di pinggir jalan raya Padang-Bukittinggi, jadi ga perlu susah-susah jalan jauh kalau mau lihat air terjunya.

Enlight

Lanjut jalan ke Bukittingi, tempat pertama yang disamperin Ngarai Sianok. Ngarai ini ternyata letaknya tepat di kota Bukittinggi, padahal selama ini aku berfikiran ngarai ini letaknya di luar kota Bukittingi. Tidak ada apa-apa di sini, hanya tempat tinggi untuk berfoto dengan background ngarai. Tapi jangan khuatir, banyak toko oleh-oleh yang boleh dijadikan tempat cari kerjaan, eh bukan, maksudnya tempat cari oleh2. Selain itu masih dalam kawasan wisata ini juga ada Goa Jepang. Kenapa dibilang Goa Jepang, karena yang bikin Goa ini tentara Jepang. Eh sebenarnya rakyat Indonesia yang bikin saat ada Romusha dulu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

Banyak cerita seram dan sejarah yang kelam mengenai pembangunan goa ini. Salah satunya tergambar dengan adanya ruang penjara  dan dapur yang konon katanya digunakan untuk memutilasi mayat-mayat para pekerja yang meninggal. Tapi kita tidak akan membahas yang pilu-pilu dan seram-seram di postingan ini. Mau jelasin berapa ruangan yang ada dan berapa panjang terowongan juga lupa. Yang pasti terowongan ini panjang dan banyak ruangan. Gitu aja. Ohya untuk masuk ke terowongan ini lebih baik memakai pemandu dengan membayar Rp. 70.000 saja. Bisa sih tanpa pemandu tapi pastinya bakalan boring karena ga ada yang jelasin sejarahnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada satu hal yang akhir-akhir ini sedang viral tentang Bukittinggi, yes apalagi kalau bukan harga makan dan tarif parkir yang menusuk hati layaknya kata-kata penolakan dari orang yang kita cintai *aihhhhh. Well, kemarin sempat merasakan memang parkir mobil Rp. 5000 per mobil (di Jakarta aja kita parkir di minimarket paling bayar Rp.2000). Tapi kalau harga makanan ga tau mahal apa nggak karena yang bayar bukan aku tentunya.

Ada satu makanan yang selalu direkomendasikan orang Minang kalau kita berkunjung ke Bukittinggi, Gulai Itiak Lado Mudo (dalam hati ngomong pake logat khas Minang). Eh bahasa simpelnya gulai itik/ bebek lada hijau. Rasanya? enaklah secara aku suka bebk plus makanan pedas plus lagi gratis *ondemande. Banyak tempat makan yang yang menyajikan makanan khas Bukittinggi ini, jujur aku g tau mana yang paling enak karena ga mungkin cobain satu per satu.

Photo 4-2-16, 4 42 45 PM

Lepas makan, cabut kita ke satu lagi icon Bukittinggi yang boleh dibilang Big Ben nya Indonesia, Jam Gadang. Well mungkin boleh dibilang norak lompat-lompat karena pecah telur ngelihat menara ini untuk pertama kalinya karena dari kecil sampe dewasa gini (euw dewasa kata yang dipilihnya) cuma ngelihat di buku pelajaran sekolah, majalah dan tivi. Sekali lagi ga ada apa2 di kawasan jam gadang ini, hanya taman lumayan besar tempat orang nongkrong dan foto2 plus banyak penjual makanan kecil, maenan anak dan gelembung sabun (entah apa namanya).

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Nah, kerana sudah mulai malam, kami memutuskan untuk segera pulang kembali ke Padang karena masih harus saving energi. Esok harinya kami akan menyeberang ke Pulau-Pulau kecil di sekitar Padang. Sempet keder juga sebenernya ketika di Bukittinggi ketemu kawan lama dan dia minta saya berhati-hati saat ke Pulau karena masih sering terjadi gempa. Tapi ya sudahlah, semua sudah ada yang atur kan!

 

to be continued …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s