Jelajah Brunei

fullsizerender

Jam masih menunjuk pukul 4 pagi WIB, tapi dengan menggendong satu ransel kecil dan menarik koper andalan (satu2nya sih jd andalan) aku memasuki ruang tunggu bandara Soekarno Hatta. Meski hari itu merupakan hari Sabtu awal dari long weekend, ruang tunggu ini tampak tak begitu penuh. Yah memang Negara tujuan bolangku kali ini ga se-famous Singapore, Jepang atau Korea.

Brunei Darussalam, yap negara kaya minyak inilah tujuanku untuk merayakan Idul Adha tahun ini.

Jam 5.30 WIB tepat seluruh penumpang dipersilahkan masuk ke Pesawat. Tak banyak penumpang, jadi proses boarding pun tak berjalan lama. Pramugari berjilbab pun menyapa para penumpang dengan senyum terbaiknya.

Jam 6.00 WIB tepat, Royal Brunei yang saya tumpangi pun mulai taxiing menuju landasan. Unik, ya sebelum kami take off, Pilot memutarkan video doa perjalanan yang disusul dengan safety demo. Poin plus buat Royal Brunei.

Ini pertama kalinya saya mencoba naik maskapai pelat merah milik Kerajaan Brunei. Nyaman, makanannya lezat plus FA nya juga ramah. Dan karena mengetahui aku kesana untuk liburan pun mereka tampak heran dan akhirnya bertanya kenapa memilih Brunei untuk liburan dan sampai kapan disana (fyi kebanyakan WNI yang ke Brunei adalah urusan bisnis atau TKI).

Jam 9 waktu Brunei pesawat pun mendarat dengan mulus di Brunei International Airport. Jangan bayangkan bandara mirip SHIA, Changi atau KLIA. Bandara ini lebih mirip ke terminal 2 Juanda International Airport Surabaya. Dan info yang aku dapet hanya ad 4 maskapai yang melayani rute ke Brunei, Royal Brunei, Air Asia, Malaysia Airlines dan Singapore Airlines.

Awalnya aku berencana untuk explore Brunei ini secara solo, tapi keknya takdir berkata lain, di bandara aku bertemu 3 WNI lainnya yang surpriseeeee, mereka juga baru pertama kali datang ke Brunei karena penasaran dan kebetulan kami menginap di hotel yang sama. Jadilah kami berempat sepakat untuk explore bareng demi keamanan dompet kami tentunya (alias irit).

Kecewa! itulah yang kami rasa ketika sampai di Hotel Jubilee. Hotel yang letaknya tepat di pusat kota ini direkomendasikan banyak traveller dikarenakan dia punya paket city tour gratis. Tapi ternyata semenjak pergantian Manajemen Hotel, paket city tour nya dihapus. But the show must go on lah. Setelah proses check in (yap kami diperbolehkan check in jam 10 pagi dikarenakan tingkat hunian hotel di negara ini rendah) dan istirahat sekedarnya kami pun mulai berjalan menuju ke pusat kota. Tujuan pertama kami adalah waterfront!.

Sedikit info tentang Hotel Jubilee, posisinya strategis meski bukan paling strategis. Harga cocok dengan kualitas yang diberikan. Hotel tua tapi lumayan nyaman. Kalau menginginkan yang lebih nyaman dan mahal bisa memilih Hotel Radisson atau The Brunei Hotel yang letaknya persis di tengah kota. Cuma, jangan compare kualitas hotel disini dengan di kota2 besar Asean lainnya.

Jom Explore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s