Bandar Seri Begawan, Mematahkan Mitos Yang Salah

Bandar tempat berdirinya Istana Nurul Iman milik salah satu orang terkaya di dunia ini benar2 kota yang kelewat rapi dan tenang. Tidak banyak manusia maupun mobil yang berlalu lalang. Lewat jam 8 malam pun jalanan sudah sepi. Uniknya, di Bandar Seri Begawan ini kita masih bisa melihat kera2 liar berkeliaran di tengah kota, kawanan Bekantan yang hidup liar dan malu2 ketika didekati Manusia, serta Buaya Muara yang menghabiskan waktunya bermalas-malasan di pinggir sunga.  Uniknya lagi, masyarakatnya Bandar Seri Begawan ada yang tinggal di daratan ada juga yang tinggal di atas sungai Brunei. Eh kok bisa? lanjutin baca aja dulu ya.

Sebelum pergi ke Brunei sering dapat cerita kalau penduduk Brunei itu kaya semua, kehidupan disana terjamin dan banyak berseliweran mobil mewah di jalanan Bandar Seri Begawan. Yeps beberapa memang benar, dikarenakan kekayaan minyak yang melimpah ruah negara ini menjadi salah satu negara kaya. Penduduknya pun rata2 berkecukupan. Semua keluarga Brunei memiliki mobil pribadi. Hal ini menyebabkan tidak ada dari penduduk Bandar Seri Begawan yang memanfaatkan transportasi umum seperti bus.

Cerita lain yang menurutku ga terbukti yaitu banyak mobil mewah macam Ferrari, Maserati, Porsche dkk nya berseliweran di jalan, well selama aku disana jarang ada mobil2 mewah berkeliaran. Rata2 penduduk Brunei memakai produk umum seperti Toyota, Honda dan Daihatsu yang serinya sama seperti yang beredar di Indonesia.

TRANSPORTASI

Menjelajahi Bandar Seri Begawan itu gampang2 susah.  Selain bisa dijelajahi dengan berjalan kaki kita juga bisa menggunakan taxi atau transportasi umum yang murah. Satu2nya transportasi umum murah meriah disana hanyalah bus nanggung ukuran 3/4 (untuk beberapa rute sudah ada bus besar). Pertama kali yang kudu dilakukan adalah nemuin terminal bus utamanya yang berada di pusat kota.

Terletak di jalan Cator, terminal bis ini menempati lantai dasar sebuah gedung parkir. Tidak nampak seperti terminal dari luar jadi harus jeli untuk mencari. Rute dari bus-bus yang beroperasi terpampang jelas di papan pengumuman yang ada di depan terminal. Saat anda terlihat bingung mencari nomor bus dan rutenya, akan ada orang2 yang mendekat untuk menawari taxi gelap. Orang2 yang menawarkan jasa taxi gelap ini tidak pernah memaksa, kalau kita tidak mau bilang saja tidak terima kasih atau bilang sudah dapat nomor bus nya.

Harga tiket bus ke semua tujuan jauh dekat hanya 1 Ringgit. Uniknya semua bus di Bandar Seri Begawan ini kondekturnya adalah perempuan Indonesia. Sedangkan sopirnya sebagian orang Indonesia sebagian lagi orang Bangladesh. Jangan ragu untuk bertanya rute dan tujuan kita, karena semua sopir dan kondekturnya ramah dan tidak pelit berbagi informasi. Jangan heran juga kalau kebanyakan sopir, kondektur dan penumpangnya saling kenal dan berbahasa Jawa.

img_8781

Bus warna pink untuk dalam kota, bus besar untuk menuju Seria (tempat tambang minyak)

SPOT

Banyak spot menarik dan GRATIS! yang ditawarkan Bandar Seri Begawan dengan hanya berjalan kaki ataupun dengan menggunakan bus. Menariknya lagi kita ga akan menemukan remaja2 alay disini (eh).

Waterfront

Merupakan sebutan untuk tempat yang berada di tepi Sungai Brunei ini cocok buat menghabiskan sore sambil menikmati udara yang bersih. Terdapat beberapa restaurant dan cafe yang menjual baik makanan besar maupun ringan. Terdapat juga monumen unik berbentuk angka 60 dalam huruf Arabic yang dinamakan Mercu Dirgahayu 60. Merupakan monumen hadiah rakyat Brunei saat ulang tahun Sultan Hassanah Bolkiah ke 60 tahun.

River Cruise

Tertarik menjelajahi sungai Brunei? well bisa langsung menuju dermaga kecil yang banyak terdapat di sepanjang Waterfront. Akan banyak pemilik boat kecil yang menawarkan short trip menjelajahi sunga Brunei. Cari yang bisa ditawar, awalnya pemilik boat memberi harga 40 ringgit untuk 60 menit berkeliling, namun setelah ditawar kami dapat harga 30 ringgit untuk trip mengelilingi Kampung Ayer, Jong Batu (shipwreck) dan Pulau Ranggu yang merupakam habitat Bekantan dan buaya muara (jangan takut ga ketemu, bekantan banyak bergelantungan dan buaya muara banyak berjemur di pinggiran sungai).

Sedikit cerita tentang Jong Batu, konon merupakan bangkai kapal yang karam. Uniknya, keberadaan Jong Batu ini terkait dengan legenda setempat yang ceritanya mirip2 dengan Malin Kundang. Tokoh utama dalam legenda ini bernama Sitanggang atau dijuluki Nahkoda Manis, yg merupakan anak dari keluarga miskin yang berubah nasib menjadi kaya semenjak menjadi nahkoda kapal. Namun seperti cerita Malin Kundang, Sitanggang ini tidak mengakui lagi Ibunya yang miskin sehingga si Ibu mengutuk anaknya menjadi batu.

Kampong Ayer

Kampung yang berada di atas sungai Brunei ini merupakah salah satu pemukiman di atas air yang terbesar di dunia, sampai mendapat julukan Venice of The East. Hampir 30% penduduk Bandar Seri Begawan hidup di kampung ini. Tak hanya perkampungan, Kampung Ayer ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor polisi dan kantor pemadam kebakaran. Ada juga Museum Budaya Kampung Ayer tempat informasi sejarah awal bedirinya pemukiman unik ini.

Masjid Omar Ali Saefuddien

Ini nih masjid yang menjadi icon dari Brunei. Dulu ketika waktunya prakiraan cuaca di acara berita malam TVRI, masjid ini selalu muncul untuk menggambarkan Brunei. Masjid kebanggan warga Brunei ini dikelilingi laguna dan terletak persis di pinggir sungai Brunei. Sejarahnya ga perlu aku ceritain ya karena bisa googling sendiri hehehe. Nah, spot mana yang bagus buat ambil foto dengan background penuh Masjid ini, jawabannya ada di sebelah selatan Masjid ini. Terdapat jalan raya di selatan Masjid ini yang memisahkan Masjid dengan Mall Yayasan Sultan Hassanah Bolkiah (oke namanya mall, tapi sepi, hehehe), dari trotoar disini kita bisa ambil gambar dengan background bahtera dan Masjid nya.

Uniknya Masjid ini, kubahnya dilapisi emas murni yang bikin mata silau kalau matahari sedang bersinar bahagia (ah kalau ini saya lebay, haha). Bagian dalam Masjid ini pun luar biasa indahnya, sayang nya kita ga boleh ambil gambar di dalam. Alhamdulillah waktu itu bisa ngerasain Sholat Iedul Adha di dalam Masjid ini. Di sebelah selatannya, tepatnya di tengah laguna juga berdiri gagah replika bahtera Sultan Hassanah Bolkiah. Antara Masjid dengan bahtera dihubungkan oleh sebuah jembatan, sayang pengunjung dilarang masuk ke bahtera entah kenapa.

IMG_3292

Masjid Jami’ Hassanah Bolkiah

 

Masjid lain yang menjadi kebanggaan warga Brunei, kubahnya berlapis emas juga dan lebih besar daripada Masjid Omar. Letaknya dekat dengan Gadong Night Market. Untuk menuju kesini harus menggunakan bus umum dari Jalan Cator. Interior Masjid ini pun sangat indah dan sayangnya lagi tidak boleh mengambil gambar di dalam Masjid. Masjid ini juga dilengkapi banyak eskalator untuk menuju ruang utamanya. Kalo perkiraan aku sih Masjid ini sering dipakai ibadah oleh keluarga Kerajaan karena fasilitasnya sangat memanjakan jamaahnya.

IMG_3424

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s